"Grand desain itu adalah merancang sebuah gedung parlemen yang ke depannya menjadi lebih maju dan modern sehingga bisa mensimbolkan rakyat yang sejahtera," kata Nining Indra Saleh, Wakil Ketua Sekretaris Jenderal DPR kepada detikcom.
Nining kembali menegaskan, redesain gedung DPR ini bertujuan agar kerja para wakil rakyat bisa lebih fokus karena telah dibantu oleh para tenaga ahli. Tidak hanya itu, kata Nining, gedung parlemen ini juga bisa membantu kerja para tenaga ahli dalam melakukan riset.
Ide perombakan ini dianggap Nining sudah amat mendesak. Soalnya, Maret 2008, tenaga ahli yang dibutuhkan untuk legislasi, komisi, dan panitia anggaran bertambah menjadi 700 orang. Mereka terdiri dari 5 tenaga ahli untuk tiap-tiap komisi, panitia anggaran dan bagian pengawasan. Khusus untuk badan legislatif dan fraksi minimal akan diberikan 15 orang tenaga ahli.
"Pembagiannya 200 orang untuk alat kelengkapan dewan, yang 550 orang lagi itu melekat di masing-masing anggota dewan," kata Nining. Dengan merehab gedung dewan, Nining berharap pelayanan Setjen kepada anggota dewan jadi tidak mengecewakan.
Saat ini di setiap ruangan anggota telah tersedia internet dengan kapasitas 8 megabita, mesin faximile dan nantinya disediakan alat-alat canggih guna membantu kerja dari para anggota dewan.
Untuk menunjang kinerja dewan, sebuah perpustakaan yang serba lengkap akan disediakan guna mempermudah riset. Nining juga mengatakan, ruangan para anggota dewan nantinya akan sangat comfortable sehingga tidak dibutuhkan lagi penginapan saat sedang melakukan sidang paripurna.
Untuk tahap awal, rencana perombakan gedung DPR itu sudah disepakati Rp 40 miliar yang diambil dari anggaran tahun 2007. Keputusan itu diambil dalam rapat Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, di Wisma DPR, Kopo, Puncak, Bogor, September 2007, silam.
Saat ini desain pembangunan gedung baru DPR sudah disiapkan, demikian juga dengan konsultan pembongkaran dan pembangunan kembali gedung tersebut. Paling tidak, direncanakan 550 ruang kerja anggota DPR akan memiliki kamar mandi sendiri. Demikian juga pembangunan ruang kerja untuk para staf ahli, perpustakaan, ruang paripurna,dan lainnya.
Sumber detikcom di Senayan mengatakan, total biaya perombakan itu diperkirakan akan memakan biaya hingga Rp 1 triliun. Sebab masing-masing anggota dewan akan mendapatkan ruangan berukuran 10x10 meter yang dilengkapi fasilitas sekelas hotel berbintang.
Tidak hanya itu, dua tower megah yang ada di sisi Utara dan Selatan akan dibangun. Untuk menghubungkan kedua tower tersebut akan disediakan jembatan seperti gedung Petronas di Malaysia.
Di dalam tower itu nantinya akan disediakan ruang perpustakaan yang super lengkap, ruangan teknologi informasi yang memantau jaringan komputer yang ada di gedung, ruangan penerimaan tamu dari masing-masing anggota dewan dan ruangan privasi bagi para anggota dewan. Dalam tower itu nantinya juga disediakan sebuah ruangan untuk tatap muka antara rakyat dengan wakilnya di DPR.
Soal kemungkinan membekaknya biaya perombakan gedung DPR yang mencapai Rp 1 triliun, Nining tidak bisa menjawab secara jelas. Tapi berapapun biaya yang nanti keluar, semuanya atas persetujuan pimpinan DPR RI. (ron/ddg)











































