Amphibi itu tenggelam di perairan Situbondo, Jawa Timur, dalam latihan Armada Jaya ke-27, Sabtu (2/2/2008).
"Kita konsentrasi mengerahkan tim SAR dari beberapa bagian, yakni satu tim intai air, satu tim pasukan katak, dan satu tim Marinir. Semua tim ini spesialisasi SAR," ungkap Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul saat dihubungi detikcom, Senin (4/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian korban masih berputar di lokasi tenggelamnya amphibi, namun radiusnya diperluas hingga 1 km.
Selain Serka Marinir Suryanto yang masih hilang, tenggelamnya amphibi itu juga menewaskan 6 prajurit Marinir lainnya.
Keenam korban tewas itu adalah Pratu Marinir Agus Triyanto, Praka Marinir Dwiniar Triyanto, Kopda Marinir Hariyadi, Kopda Marinir Nugirojo Pamungkas, Kopda Sri Heri, dan Serda Hadi Sutrisno.
"Kita berharap keluarga yang ditinggalkan kuat menghadapi cobaan ini. TNI AL turut berduka cita," kata Iskandar.
Kepada keluarga korban tewas, TNI AL akan memberikan santunan sesuai protap yang berlaku. "Mengenai besar jumlahnya, akan disesuaikan dengan keuangan kita. Mereka kan gugur dalam tugas untuk nusa dan bangsa," ujarnya.
Selain santunan, semua korban tewas juga akan mendapat kenaikan pangkat luar biasa. "Kenaikan pangkatnya satu tingkat, itu sudah ada aturannya," pungkas Iskandar. (umi/nrl)











































