Hal itu dikatakan Kepala Puskom Publik Departemen Perhubungan (Dephub) Bambang Suprijadi Ervan kepada detikcom, Senin (4/2/2008).
"Baru Merpati saja yang positif," ujar Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Halim itu banyak digunakan pesawat besar carter dan pesawat VIP. Halim juga banyak digunakan untuk pesawat militer," kata dia.
Sehingga kegiatan take off/landing harus bergantian dengan pesawat militer dan pesawat carter itu. Selain itu, jika maskapai pindah operasional sementara ke Halim, maskapai harus menangani ground handling, seperti bagasi dan pengisian bahan bakar.
"Belum lagi memberitahukan kepada penumpangnya. Cukup rumit. Padahal kalau mengajukan (pindah), flight approval langsung diberikan. Dephub kan sudah menawarkan," tutur Bambang.
(nwk/nrl)










































