Relawan "Aman" Siap Amankan Pilgub Jabar

Relawan "Aman" Siap Amankan Pilgub Jabar

- detikNews
Minggu, 03 Feb 2008 22:42 WIB
Bandung - Sekitar 250 LSM dan ormas yang tergabung dalam relawan "Aman" (Agum Gumelar - Nu'man Abdul Hakim), siap mendukung pilgub yang demokratis. Mereka juga diwanti-wanti untuk bertindak elegan tanpa harus anarkis.

"Saya minta agar para pendukung Agum-Nu'man dapat mengikuti pilgub secara elegan. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang lain bukanlah musuh yang harus dihancurkan. Tapi kita harus menganggap mereka sebagai rival yang rival yang harus dikalahkan dalam konteks demokrasi," kata Agum.

Hal tersebut disampaikan Agum saat mendeklarasikan relawan 'Aman' di Gedung Pos Indonesia, Jl Banda No 20, Bandung, Minggu (3/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan pasangan Hamzah Haz dalam pilpres 2004 ini mengaku pernah berkunjung pada suatu daerah yang terpencil di Jawa Barat dan tidak ditemui oleh seorang pejabat desa tersebut, dikarenakan pemimpin desa tersebut dilarang menemui Agum oleh seorang atasannya.

"Saya merasa kecewa dengan kejadian itu. Kenapa saya dianggap sebagai musuh yang harus dihindari," ujarnya dalam ekspresi sedih.

Relawan yang dibentuk diharapkan dapat menjaga proses demokrasi dalam ajang pilgub nanti. "Saya berharap semua pihak dapat menjaga proses demokrasi dan tidak menghalalkan segala cara untuk dapat memenangkan calonnya sebagai gubernur dan wakil gubernur," kata jendral bintang empat ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Cucu Sutara, selaku Koordinator relawan Agum-Nu'man. "Kita akan menjadikan ajang pemilihan gubernur dan wakil gubernur ini sebagai sarana pembelajaran politik bagi masyarakat Jawa Barat. Bukan sebagai ajang anarkisme," katanya diakhir acara silahturahmi yang juga sekaligus sebagai deklarasi relawan Agum-Nu'man.

Menanggapi tentang kampanye terselubung dari cagub dan cawagub lain, Eka Santosa selaku salah satu pembina dalam tim relawan, menanggapi serius permasalahan ini.

"Tim relawan siap menjadi benteng terdepan dalam proses pemilihan gubernur yang demokratis. Kita akan mengawasi proses pemilihan gubernur mulai dari pendataan pemilih. Karena hal itu yang rawan kecurangan," kata pria yang pernah menjabat sebagai ketua DPRD Jawa Barat ini.

Menurutnya di daerah masih banyak kecurangan-kecurangan yang terjadi. Saya tadi pagi mendapatkan sms yang isinya ada tiga ribu warga usia pemilih yang belum mendapatkan kartu tanda penduduk. Ini kan indikasi kecurangan. Dan kami tidak main-main dengan kecurangan. Kami akan usut dan selesaikan secara hukum," katanya sambil menunjukan isi sms tersebut.
(afz/ary)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads