"Saat ini partai sedang mempersiapkan kode etik partai dan anggota yang segera dikeluarkan. Ini suatu kemajuan," ujar Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam safari politiknya menyambut HUT PDIP ke 35 di Sumsel dan Lampung, Minggu (3/2/2008).
Kode etik tersebut, menurut Mega, untuk menciptakan kader dan kepengurusan partai yang berkualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, ketidakdisplinan itu membuat PDIP kalah di pemilu 2004. "Ya, ingin kita bersihkan. Karena kekalahan kami kemarin salah satu faktornya karena ketidakdisiplinan anggota," ujar Tjahjo.
Karena itu, lanjutnya, kode etik partai harus dibuat terperinci dan terpisah dari AD/ART.
Salah satu yang diatur dalam kode etik tersebut lanjutnya, adalah tindak pidana yang dilakukan anggota PDIP. Dia mencontohkan, keterlibatan anggota dengan narkoba.
"Terkait narkoba dan moral. tidak ada ampun. tanpa harus menunggu pengadilan jika tertangkap tangan, ya langsung di pecat. Baik keanggotaan maupun di DPR," cetusnya.
Ketua Bappilu PDIP ini menambahkan, kode etik tersebut diberlakukan kepada seluruh anggota dan pengurus PDIP dari pusat hingga tingkat bawah di kecamatan.
Selain soal pidana, kode etik tersebut juga mengatur sikap dan kinerja anggota parlemen dari PDIP.
"Ada anggota DPR yang tidak mau beroposisi, tidak mau kritik pemerintah. Dia hanya diam saja. Ngapain kita pelihara orang yang tidak bermanfaat. Pasti di-PAW," tuturnya.
(rmd/nrl)











































