Pantauan detikcom, PPP misalnya mengklaim telah dilahirkan NU sebagai parpol yang berjuang untuk umat. PKB tidak mau kalah dengan mengklaim sebagai parpol yang dilahirkan NU untuk Indonesia.
Sikap saling klaim inilah yang membuat Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan pada parpol-parpol tersebut. Menurut Hasyim, yang diperlukan warga nahdliyin saat ini adalah kontribusi riil dari parpol-parpol tersebut, bukan hanya klaim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Ketua FKB DPR Effendy Choirie menyambut baik kritik Hasyim tersebut. Menurutnya, pernyataan Hasyim Muzadi merupakan otokritik pada parpol-parpol yang sering mengklaim NU sebagai basis konstituennya.
"Itu nasihat kiai yang harus kita dengar. Kalau PKB dari dulu selalu berjuang untuk warga nahdliyin dan semua warga yang membutuhkan, karena PKB dilahirkan NU untuk Indonesia," kata Gus Choi.
Menanggapi banyaknya kritik terhadap PKB yang memanfaatkan harlah NU dengan memasang spanduk, Gus Choi hanya menjawab enteng.
"PKB itu lahir dari NU, apa salah kalau di harlah NU, kita ucapkan selamat. Teman-teman ini gimana sih. Kalau nggak pasang spanduk dianggap melupakan. Pasang salah, terus apa maunya," cetus politisi asal Gresik Ini.
Seminggu sebelum perayaan harlah NU hari ini, PPP dan PKB berlomba memasang spanduk di jalan-jalan protokol ibukota bertuliskan ucapan selamat harlah ke-82 NU. Tidak sedikit spanduk-spanduk itu yang bertuliskan klaim kedua partai itu terhadap NU.
PPP misalnya, menulis 'Terima kasih NU yang telah melahirkan PPP'. Sementara Itu PKB menulis 'PKB lahir dari NU untuk Indonesia'. (yid/nrl)










































