SBY: Mari Jujur dan Obyektif

SBY: Mari Jujur dan Obyektif

- detikNews
Minggu, 03 Feb 2008 11:44 WIB
Jakarta - Presiden SBY mengajak seluruh masyarakat melihat secara obyektif hasil pembangunan dan perbaikan kondisi bangsa pasca krisis. Kemudian membandingkan perkembangannya dan jujur memberikan penilaian.

"Kalau kita jujur dan obyektif, bila dibandingkan keadaan setelah krisis 10 tahun lalu, keadaan negeri kita setapak demi setapak semakin baik. Lihat stabilitas keamanan, politik, ekonomi dan pemberantasan korupsi," ujar SBY, Minggu (3/2/2008).

Pernyataan yang tampaknya menanggapi kritikan 'poco-poco' dari Ketum PDIP Megawati Soekarniputri di atas, ia sampaikan dalam pidato sambutannya pada puncak peringatan Harlah ke-82 NU di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden mengakui, masih banyak lagi warisan masalah di negeri ini yang harus segera diselesaikan dan diperbaiki. Khususnya untuk mewujudkan pengurangan kemiskinan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Terlebih saat ini harga sejumlah komoditas pangan pokok melonjak. Padahal baru saja dampak kenaikan harga minyak dunia selama tiga tahun terakhir dapat dilalui, meski masih sangat tinggi harganya.

"Sejarah menunjukkan masalah datang dan pergi.ย  Saya mengajak semua rakyat bersama-sama menuntaskan dampak akibat krisis 10 tahun lalu. Dengan ridho Allah SWT danย  kerja keras kita semua, maka semua warisan masalah dan berbagai masalah baru dapat kita atasi," sambungnya.

(lh/nrl)


Berita Terkait