Bibit Padi Petani Lampung Bernama Megawati Soekarnoputri

Bibit Padi Petani Lampung Bernama Megawati Soekarnoputri

- detikNews
Minggu, 03 Feb 2008 10:24 WIB
Lampung - Petani di Lampung menemukan bibit padi jenis unggul. Bibit padi itu dinamainya MSP yang merupakan kepanjangan dari Megawati Soekarnoputri.

Bibit itu adalah hasil kreatifitas petani Lampung bernama Surono. Atas penemuan itu, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri memberi pujian. "Kreatif sekali," puji Mega saat bersilaturahmi dengan seribuan petani di desa Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Lampung, Sabtu (2/2/2008).

Dalam dunia pertanian, kelangkaan pupuk di Indonesia juga menjadi perhatian Mega. Dia pun meminta petani agar berpikir cerdik dalam menyiasati kelangkaan pupuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para petani Indonesia harus mandiri dan berpikir cerdik untuk mencari cara lain agar tidak terjebak kelangkaan pupuk," sambung mantan Presiden RI ini.

Pertemuan dengan ribuan petani transmigran asal jawa tersebut adalah dalam rangkaian safari politik Megawati di Sumsel dan Lampung.

Menurut Mega, kenaikan harga dan kelangkaan pupuk di sejumlah daerah disebabkan kenaikan minyak dunia yang tidak dapat dielakkan dampaknya terhadap Indonesia.

Bahan baku pupuk pertanian, lanjutnya,menggunakan bahan kimiawi yang salah satu bahannya juga berasal dari minyak. Dengan kenaikan harga minyak dunia, otomatis harga pupuk menjadi melonjak.

"Bahan baku kimiawi untuk pupuk juga tidak stabil, akhirnya mempengaruhi produksi. Cost jadi tinggi," cetusnya.

Karena itu menurut Mega, petani harus berupaya mencari solusi pengganti pupuk kimiawi dengan pupuk organik. Pupuk organik sudah dipraktekkan para petani di Bali. Sehingga mereka tidak terganggu dengan kelangkaan pupuk.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan penduduk transmigran serupa di Kotabumi, Lampung Utara, Mega menerima keluhan warga tentang biaya sekolah yang masih tinggi dan 3.265 guru honorer yang belum diangkat.

Terhadap keluhan tersebut, putra proklamator Bung Karno ini mengakui tidak dapat menyelesaikan persoalan tersebut, karena bukan kewenangannya.

"Saya tidak dapat menyelesaikan masalah ini. Tapi saya akan bawa ke fraksi PDIP di DPR. Mudah-mudahan ditindaklanjuti untuk disampaikan kepada pemerintah dan ada perbaikan," pungkas dia. (/nvt)


Berita Terkait