Akibatnya, pada Pemilu 1999, prestasi partai berlambang pohon beringin itu anjlok. Namun, pada pemilu berikutnya (2004), partai Golkar bangkit dan memenangi perolehan suara.
"Pada saat ini tidak ada lagi orang yang benci partai Golkar. Karena itu kesempatan kita pada pemilu 2009 lebih baik," ujar Ketua Umum DPP Partai GolkarJusuf Kalla.
Hal itu disampaikannya di sela-sela pembukaan Rakerda DPD Partai Golkar DKI Jakarta di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Jl Pegangsaan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2008) malam.
Kalla mengungkapkan mengapa partainya bisa merebut kekuasaan kembali kurang dari 1 dasawarsa. Sebabnya sangat sederhana.
Belakangan ini, menurut pria asal Makassar itu, situasi perekonomian nasional sudah membaik. Partai Golkar hanya kalah saat perekonomian negara ini merosot.
Sebelum krisis menerpa, pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pertahun. Golkar bisa mengantongi suara 60 persen di mana-mana saat pemilu.
"Begitu krisis, itu orang bilang Golkar yang kasih krisis, karena Golkar yang memerintah. Jadi kalau negara maju, pasti orang mengatakan Golkar bagus. Maka dipilihlah Golkar," imbuh Kalla.
Karena itu, sebagai partai yang berwatak kekaryaan, Kalla mengajak kader Partai Golkar untuk lebih giat bekerja. "Kita harus bekerja sebaik-baiknya untuk memenangkan pemilu," pungkasnya. (irw/nvt)











































