Setelah jam keberangkatan pesawat tidak pasti, tentunya senang bukan kepalang saat diberi tahu kursi di pesawat sudah menunggu. Tapi apa lacur, ketika akan menaiki si burung besi, seluruh kursi telah terisi. Kecewa lagi.
"Semua berebut naik ke pesawat, Mbak. Sudah seperti metromini yang ngetem di terminal. Kacau, pada rebutan. Padahal naik Garuda," ujar Didin, salah satu penumpang pesawat, menceritakan pengalaman rekannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Didin, rekannya itu telah berada di bandara sejak Sabtu pagi. "Mungkin pada berebut karena ada banyak penumpang pesawat dari jadwal keberangkatan sebelum-sebelumnya," sambungnya.
Pesawat Didin sendiri seharusnya take off pada Sabtu 2 Februari 2008 pukul 16.50 WIB. Karena kesulitan menuju bandara, Didin baru tiba di Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.30 WIB.
"Saya tahu dari radio, ada delay pesawat 1-2 jam," katanya.
Didin lantas mendapat informasi, pesawat yang akan dinaikinya akan berangkat 20.10 WIB. "Saat sedang mengantre, petugasnya menghilang karena mengurus orang yang barangnya sudah masuk bagasi tapi dirinya belum masuk pesawat," tuturnya.
Dia pun mencari petugas lain untuk meminta kepastian keberangkatannya ke Batam pada Sabtu malam. "Ternyata kata petugas yang lain, pesawatnya sudah berangkat. Ya sudah saya terpaksa menginap di sini, menunggu keberangkatan pagi, itu pun masuk cadangan," ujarnya sambil tertawa getir. (nvt/nvt)











































