Salah satu penumpang yang dihubungi detikcom, Sabtu (2/2/2008), menyampaikan keluh kesahnya. Mengira hendak diberangkatkan, ia harus dibawa kembali lagi menuju boarding room. Padahal, saat itu pesawat sudah di hadapannya.
"Kita penumpang GA-182 dan GA-186 rute ke Medan dibawa ke lapangan. Di pesawat yang pertama ternyata hanya bisa 7 orang. Mereka bilang sisanya di pesawat lain di sebelahnya. Kami lari-lari, tapi pilotnya nggak buka pintu. Kami akhirnya balik lagi ke boarding room," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia marah, dibantingnya tempat sampah, mejanya dihempas. Jam 19.30 WIB. Dia marah karena penerbanan GA-192 jurusan Medan sudah berangkat. Padahal itu penerbangan ke-3, seharusnya GA-186 berangkat duluan," tuturnya.
Akhirnya Garuda membawa rombongan GA-182 dan GA-186 ke lapangan dengan 2 bus. Bus pertama yang berjumlah sekitar 30 orang bisa naik semua, sedangkan sisanya harus gigit jari dan cerita selanjutnya seperti kisah sebelumnya.
Saat menunggu di pagi hari pukul 10.26 WIB, pria lain juga sempat marah-marah. Bahkan saat itu, seorang pria yang disebut-sebut Menpora Adhyaksa Dault ikut terlibat.
"Di gate 2F penumpang jurusan Yogyakarta mengamuk dan membanting meja tempat lapor di boarding room. Pada saat yang bersamaan, Menteri Adhyaksa Dault juga sedang berada di gate yang sama. Dia kemudian mengamuk juga melawan penumpang yang mengamuk tadi," pungkasnya. (gah/nvt)











































