Pangdam Pattimura Minta Maaf Bentrokan TNI-Polri di Malteng

Pangdam Pattimura Minta Maaf Bentrokan TNI-Polri di Malteng

- detikNews
Sabtu, 02 Feb 2008 19:46 WIB
Masohi - Bentrok di Maluku Tengah telah memakan korban 2 polisi dan 1 prajurit TNI tewas. Atas tragedi itu, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Rasyid Queri meminta maaf.

"Saya akan tindak tegas anak buah saya yang melakukan tindakan penyerangan. Atas nama institusi, saya mohon maaf," ujarnya.

Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers yang didampingi Kapolda Maluku Brigjen Polisi Guntur Ariyadi dan Gubernur Maluku Albert Karel Ralahalu di aula Markas Batalyon 731 TNI Kabaressi, Jl Raya Waipo, Maluku Tengah, Sabtu (2/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentrokan berdarah TNI-Polri tersebut juga membuat sejumlah infrastruktur di Kota Masohi rusak. Tercatat 59 rumah yang dibakar, termasuk kediaman perwira polisi dan rumah dinas Kapolres Maluku Tengah. Sejumlah pos polisi yang terdapat di Kota Masohi juga turut menjadi korban 'pertempuran' itu.

Akibat bentrokan ini pula, kondisi Kota Masohi, Maluku Utara, masih mencekam. Malam minggu yang biasanya selalu ramai, kini tampak kontras.

Pantauan detikcom, pada pukul 20.39 WIT, situasi di Kota Masohi tampak sepi. Jalan-jalan hanya dilewati 1-2 kendaraan bermotor saja.

Mapolres Maluku Tengah masih dijaga ketat oleh puluhan anggota Brimob dan intel Polres bersenjata lengkap. Sedangkan markas Kodim yang berjarak 150 meter dari Mapolres Maluku Tengah juga dijaga puluhan anggota TNI.

Saat bentrokan terjadi, banyak anggota polisi yang lari menyelamatkan diri hingga Gunung Karae. Belum jelas jumlah polisi itu, namun hingga saat ini mereka dikabarkan masih belum kembali. (gah/sss)


Berita Terkait