"Dihimbau, pengelola airlines lebih kooperatif, minimal memberitahu kepada pengguna jasanya untuk datang lebih awal sehingga tidak ada masalah yang selisih paham," ujar Kapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Guntur Setyanto ketika dihubungi detikcom, Sabtu (2/2/2008).
Guntur juga meminta Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk proaktif dan menjadi mediator menengahi masalah maskapai dan konsumen karena keterlambatan dan penundaan jadwal penerbangan.
"Kami dan kawan-kawan disini mau nggak mau diteriakin. Administrator diteriakin, AP (Angkasa Pura) diteriakin, polisi diteriaki. Ya yang namanya orang terganggu kepentingannya," ujar Guntur.
Sementara itu, penumpukanan penumpang di bandara masih terjadi. Mereka menunggu kendaraan penjemput yang sampai saat ini masih tertahan banjir di Jalan Tol Bandara KM 24-27. Kendaraan bus dan truk yang disediakan Polres Bandara, Damri, dan AP sudah habis digunakan semua. (nwk/gah)











































