Arus lalu lintas dari Singkil menuju Sibolga, Sumatera Utara, yang pada Jumat kemarin sempat terputus juga sudah terhubung kembali.
"8 Warga yang tertimbun longsor sudah dikebumikan kemarin sore. Hari ini, dibantu alat berat dari Pemda dan beberapa perusahaan serta bantuan dari aparat keamanan, kita sudah membersihkan longsoran yang terjadi di tujuh titik. Tidak ada lagi jalan yang terputus. Sudah normal kembali semuanya," jelas Camat Danau Paris, Drs Syamla pada detikcom, Sabtu (2/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan dia, selain karena diguyur hujan sepekan terakhir, longsor yang terjadi di kabupaten yang letaknya sekitar 700 km dari Kota Banda Aceh itu, disebabkan pula oleh gundulnya kawasan hutan di sekitar Singkil.
Menurut Syamla, perambahan hutan sekitar Singkil sudah terjadi sejak awal tahun 1970-an. Setelah dirambah oleh para pemilik HGU, warga kemudian menanami areal yang ditinggalkan dengan menanam sawit. "Mudah-mudahan tidak hujan lagi dalam waktu yang panjang," harapnya.
Kepercayaan Pambi
Dari 8 warga yang meninggal, 6 orang adalah penganut kepercayaan Pambi. Kepercayaan ini merupakan kepercayaan peninggalan keturunan Sisingamaraja. Menurut Syamla, di Desa Situbuh-tubuh memang banyak warga yang menganut kepercayaan Pambi.
8 Korban tewas akibat longsor tersebut adalah Laba Boang Manalu (45), Diana Boru Berutu (20), Boccong Berutu (15), Joget Berutu (13), Usma Boru Berutu (7). Mulianti Boru Gajah (35), Liska Putri Boru Tumangger (1,5), Supriadi Berutu (5). (ray/nvt)











































