Hal ini terjadi di Posko Banjir Kampung Melayu di Gedung Nusantara, depan Gereja Koinonia, Jl Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Sabtu (2/2/2008).
Pantauan detikcom pukul 17.00 WIB, di posko itu sama sekali tidak terdapat pengungsi banjir. Yang tampak hanya 1 tenda yang berdiri, 1 tenda lainnya terlipat, 1 mobil penolong dan 6 petugas dari PMI dan SAR Kotamadya Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, petugas SAR dan PMI yang disiagakan 10 orang, namun 4 lainnya harus melakukan evakuasi di Cakung, Jakarta Utara.
Selain petugas, tenda dan mobil, imbuhnya, di posko itu juga disiagakan 3 unit perahu karet dan juga 20 ban karet.
Di posko yang didirikan Jumat 1 Februari 2008 ini, menurut Suparno, sempat ada 6 orang yang mengungsi, namun sekarang sudah pulang.
"Mereka hanya tidur-tiduran saja, tidak ada barang-barang yang dibawa. Karena air sudah surut, mereka pulang. Datang malam, pulang pagi," ujar Suparno.
Jumat malam menurut Suparno, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sempat meninjau ke posko untuk mengetahui persiapan antisipasi banjir.
Suparno mengaku belum tahu sampai kapan posko itu akan didirikan. "Ya belum tahu. Mudah-mudahan nggak banjir. Kita juga bosen kalau begini terus. Kan biasanya action grubyak-grubyuk. Tapi kalau sekarang kayak, mau ditinggalin juga gimana," ujar Suparno. (nwk/sss)











































