"Kontan peristiwa disambut suka cita oleh seluruh Prajurit Kontingen Indonesia. Mereka mengekspresikan kegembiraan dengan berbagai cara misalnya dengan membuat bola salju, mengukir boneka "the snowman", menari-nari dan lain sebagainya," ungkap Perwira Penerangan Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL, Kapten Chb Sandy M Prakasa SIkom, secara tertulis ke redaksi detikcom, Jumat (1/2/2008).
Tanda-tanda turunnya salju sebenarnya sudah terbaca sehari sebelumnya. Hujan yang lebat disertai angin yang kencang dalam suhu sekitar 10C pada hari Selasa 29 Januari sampai dengan Rabu 30 Januari pagi menyebabkan terjadinya hujan kerikil es di beberapa wilayah Libanon Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna mendapatkan gambaran dan memonitor situasi terkini akibat perubahan cuaca ini, Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf AM Putranto SSos terjun langsung ke lapangan melakukan patroli keliling ke seluruh wilayah area operasi Indobatt termasuk mengunjungi Base Camp kompi-kompi. Di sepanjang perjalanan salju telah menutupi jalan-jalan, mobil-mobil yang diparkir, rumah dan bangunan lainnya dengan ketebalan rata-rata 20 cm.
Kondisi yang sama ditemui Dansatgas di Base Camp Kompi Mekanis-B. Kendaraan tempur panser VAB dan Panhard diselimuti salju yang cukup tebal, termasuk atap kantor dan barak-barak anggota. Kondisi yang lebih seru terjadi diΒ Kompi Mekanis A karena jalan menuju kompi itu ketebalan saljunya mencapai 50 cm.
Walaupun salju telah turun dan suhu menunjukkan minus tujuh derajat, prajurit Garuda tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya di mana Patroli dan Jaga Pos tetap dilakukan. Menggunakan pakaian dan kaos kaki yang berlapis-lapis adalah salah satu cara untuk melawan hawa beku saat melaksanakan tugas-tugas tersebut. (aba/aba)











































