Menurut jadwal, pesawat Garuda jurusan Bali seharusnya berangkat pukul 11.30 WIB, Medan pukul 14.30 WIB dan Pekanbaru pukul 11.30 WIB. Jadwal tersebut tertunda tanpa ada kepastian. Penumpang pun mulai kehilangan kesabaran.
"Maskapai lain sudah pada jalan dan memberikan jadwal keberangkatan pasti. Kenapa Garuda nggak bisa memberikan jadwalnya," cetus penumpang Garuda jurusan Denpasar, Indra, dengan suara keras di ruang tunggu Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (1/2/2008).
Pantauan detikcom, sampai pukul 21.00 WIB, penumpang Garuda berbagai jurusan di terminal 2F mengelar protes dari mencaci maki petugas sampai gebrak meja. Mereka protes karena petugas Garuda belum memberikan kepastian tentang keberangkatan mereka.
Petugas pengecekan maskapai Garuda Indonesia, Dedy Supriyadi tak bisa berbuat banyak saat sekitar 300 penumpang itu marah-marah. "Pesawat ada, tapi tidak ada kru," kata Dedy.
Penjelasan Dedy ini terbantahkan karena sekitar pukul 22.00 WIB datang seorang pilot dan krunya yang mengaku sudah stand by di bandara sejak pukul 11.30 WIB. "Yang nggak ada justru pesawatnya," kata sang pilot.
Menanggapi simpang siurnya informasi tersebut semakin membuat para penumpang marah. Sampai saat ini belum ada kepastian keberangkatan. Jika pihak Garuda masih belum memberikan jadwal keberangkatan, para penumpang akan bermalam di bandara untuk dapat diberangkatkan Sabtu (2/2/2008) pada pesawat pertama.
"Kami menuntut pesawat yang pertama. Kami akan tidur di sini kalau tidak ada kejelasan," ancam penumpang jurusan medan, Iwan. (yid/aba)











































