Itulah bagian awal pidato Agung saat menyampaikan pandangan umum negara-negara peserta konferensi yang digelar di Kairo, Mesir, Rabu (30/1/2008) seperti disampaikan Kedutaan Besar RI untuk Mesir secara tertulis ke redaksi detikcom, Jumat (1/2/2008).
Setelah itu, Agung Laksono menyatakan bahwa Indonesia memandang penting perlunya persatuan nasional Palestina, dengan jalan rekonsiliasi Hamas dan Fatah. Persatuan dipandang sebagai modal awal dan utama Palestina dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaannya secara penuh dari pendudukan Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kaitan dengan isu lingkungan hidup, Indonesia mengajak negara-negara peserta konferensi untuk mendukung implementasi Protokol Kyoto serta Bali Road Map yang dihasilkan pada Konferensi ke-13 PBB (UNFCC) di Bali, 4-13 Desember 2007. Selain itu, sejalan dengan upaya peningkatan kerja sama ekonomi antar negara-negara anggota OKI dalam rangka menghadapi globalisasi, Indonesia mengusulkan perlunya pembentukan Islamic Monetary Fund.
Delegasi DPR RI juga berupaya memanfaatkan keikusertaannya pada konferensi di Cairo tersebut untuk mengalang dukungan bagi Ketua DPR RI, Agung Laksono, sebagai calon Ketua Inter-Parliamentary Union (IPU)/ Organisasi Parlemen Negara-negara Sedunia. Pemilihan Ketua IPU ini akan berlangsung di Jenewa pada bulan Oktober 2008.
Dalam kaitan ini, Ketua DPR RI telah melakukan konsultasi dan pertemuan bilateral dengan beberapa Ketua Delegasi/Parlemen, antara lain Mesir, Saudi Arabia, dan Iran. Selama di Cairo, Ketua DPR RI juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan kehormatan kepada Grand Syeikh Al-Azhar (pemegang otoritas keagamaan tertinggi Mesir), Dr. Mohamed Sayed Tantawi (Rektor Universitas Al Azhar). (aba/aba)











































