Kritik SBY Tari Poco-poco, Mega Belum Ikhlas Kalah Pemilu 2004

Kritik SBY Tari Poco-poco, Mega Belum Ikhlas Kalah Pemilu 2004

- detikNews
Jumat, 01 Feb 2008 20:37 WIB
Jakarta - Kritik Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa pemerintahan SBY-JK seperti menari poco-poco berbuntut panjang. Ketua umum DPP Kader Muda Demokrat (KMD) Aswin Nasution menilai Mega masih belum ikhlas atas kekalahannya dalam pilpres 2004 lalu

"Kita harapkan Ibu Megawati mau belajar dan berkaca pada pengalamannya saat memimpin. Kalau begini sikapnya menunjukkan beliau belum ikhlas kalah," kata Asvin pada detikcom, Jumat, (1/2/2008)

Menurut Aswin, pemerintahan SBY telah menunjukkan usaha yang maksimal untuk mensejahterakan rakyat. Buktinya angka penganguran berkurang dan angka kemiskinan menurun lebih satu persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Naiknya SBY-JK menambah iklim yang baik untuk pembangunan, Buktinya angka pengangguran menurun dari 11,1 juta orang menjadi 10,45 juta orang tahun 2007. Angka kemiskinan turun dari 17,75 menjadi 16,58 tahun 2007. Ini kan bukti nyata," terangnya

Aswin menambahkan, saat Megawati menjadi presiden, banyak BUMN-BUMN strategis dan pulau yang lepas dari pangkuan NKRI. Padahal jargon PDIP selama ini adalah menjaga keutuhan NKRI dan menjaga aset nasional untuk kesejahteraan rakyat.

"Yang harus di ingat, Pada saat Ibu Mega memimpin, Indonesia kehilangan BUMN strategis seperti Telkomsel dan Indosat. Juga 2 pulau, Sipadan dan Ligitan lepas dari NKRI. Ini mencerminkan lemahnya pemerintah di dalam dan luar negeri," cetusnya

Aswin berharap sebagai tokoh bangsa Megawati lebih arif dan dewasa dalam berpolitik. Kalau memang pemerintahan SBY-JK dianggap gagal, biarkan rakyat yang menentukan dalam pemilu 2009 mendatang.

"Penilaian kinerja harus diberikan secara obyektif, bukan didasari atas kepentingan pribadi atau kelompok. Biarkan pemerintah selesaikan sisa-sisa pemerintahannya dan rakyat yang akan berikan penilaian di akhir pemerintahannya," pungkasnya.

(yid/aba)


Berita Terkait