"20 Kali diseminasi untuk menjelaskan BLBI bukan hanya kesalahan BI," kata Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Gayus Lumbuun dalam acara diskusi Penuntasan Kasus BI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2/2008).
Gayus menjelaskan, seminar untuk 'pencerahan' ini dilakukan di beberapa hotel di Jakarta dan ruang komisi di DPR. Saat itu, hadir pula sejumlah pakar ekonomi, keuangan, dan moneter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang Rp 3 miliar tidak dapat dijelaskan. Mereka bilang, sudah kami
pertanggungjawabkan ke dewan pengawas," tiru Gayus.
Pantaskah uang Rp 31,5 miliar dihamburkan hanya untuk 20 kali diseminasi? Sayangnya, Gayus tidak menjelaskannya lebih lanjut.
BK Tertutup
Bagi Gayus, kinerja BK bersifat transparan tapi tertutup. Gayus hanya bisa membagi informasi, ada 16 anggota Dewan saat itu yang berdasarkan laporan telah menerima aliran dana BI.
"Masih aktif sembilan, menurut aduan. Sedangkan sisanya retired," ujarnya.
BK juga tidak menyebut nama atau inisial. Padahal KPK sudah menyebutkan AZA dan HY sebagai penikmat dana BI.
(gah/fiq)










































