"Pak Irawady mengatakan benar kecurigaan saya ini ada permainan dalam pengadaan tanah ini. Bagus kalau saya dapat uang sebagai bukti untuk menindak," kata pembantu sekretaris Irawady, Muhammad Komaruddin.
Komar menyampaikan hal itu dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Tipikor di Gedung Uppindo, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Irawady juga mengatakan ada indikasi orang dalam yang membocorkan mengenai penolakan saya tentang tanah tersebut," ujar dia.
Namun menurut Komar, dalam pertemuan itu tak dibahas mengenai rencana penjebakan.
"Menurut saya Pak Irawady tidak percaya pada saya secara pribadi karena tidak pernah dijelaskan bagaimana penjebakan itu," imbuh dia.
Sementara pegawai KY Yonci menjelaskan, saat Irawady ke Kejagung mengajak dirinya. Irawady pun sempat bertemu dengan Jamwas dan meminta contoh formulir pengawasan di Kejagung untuk diterapkan di KY.
Saat hendak pulang ke kantor, menurut Yonci, Irawady berpesan akan membawa uang untuk diperlihatkan ke Ketua KY Busyro Muqoddas.
"Tapi saya tidak tahu uang apa itu," kata dia. (mly/sss)











































