Polres Bandara & AP Siapkan Bus Cegah Penumpukan Penumpang

Polres Bandara & AP Siapkan Bus Cegah Penumpukan Penumpang

- detikNews
Jumat, 01 Feb 2008 14:57 WIB
Jakarta - Tol Bandara Soekarno-Hatta yang tergenang dan penutupan landasan pacu bandara membuat penumpang menumpuk di terminal Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Polres Bandara dan PT Angkasa Pura (AP) II menyiapkan sejumlah kendaraan untuk mengangkut penumpang pesawat.

Hal tersebut dikatakan Kasatlantas Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Sutimin pada detikcom, Jumat (1/2/2008).

"Kita sudah berkoordinasi dengan AP. Ada 2 bus tiap terminal dan 1 bus dan 1 truk dari Polres untuk antisipasi pengguna jasa yang tidak jadi (terbang) atau penumpang kembali yang membeludak," ujar Sutimin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendaraan itu untuk mengantisipasi bila ada bus yang mengangkut penumpang terjebak banjir di Tol Bandara. Penumpang akan diantarkan hingga keluar Tol Bandara.

"Sampai keluar tol. Kan dari situ penumpang bisa mencari transportasi sendiri. Ini khusus wilayah Jabodetabek saja. Tak ada tarif yang dikenakan," kata Sutimin.

Namun, hingga pukul 14.30 WIB, belum ada 1 pun dari kendaraan yang disediakan sudah digunakan. Karena bus-bus bandara masih beroperasi normal.

Sutimin menambahkan penumpang saat ini menumpuk di terminal 1 bandara, karena terimbas banjir 15 centimeter di Tol Bandara, antara KM 24-27. Sedangkan akses ke terminal bandara tidak ada masalah selepas keluar tol.

"Namun akses ke perkantoran depan kantor Administrator Bandara samping Polres masih ada genangan air 20-30 cm. Di kolong jembatan depan ATS (Air Traffic Service) juga masih 20-30 cm," ujar dia.

Karena genangan air itu, imbuhnya, sudah ada 3 kendaraan mogok yang diderek Polres ke bengkel terdekat. Untuk mengantisipasi arus lalu lintas di bandara disiagakan 36 personel Polantas dan 38 personel Samapta.

"Di depan gapura bandara kita sudah membuka pos tetap Kamis 31 Januari 2008 kemarin, sebagai inovasi operasional kita. Karena di depan gapura trennya macet. Kalau ada kejadian masyarakat bisa melapor ke pos itu," kata Sutimin. (nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini