Badai Salju Bikin Pemudik China Pusing & Bingung

Badai Salju Bikin Pemudik China Pusing & Bingung

- detikNews
Jumat, 01 Feb 2008 13:17 WIB
Beijing - Ratusan ribu warga China bingung dan pusing tujuh keliling. Badai salju hebat yang melanda negeri itu membuat mereka tak bisa mudik ke kampung halaman. Padahal sesuai tradisi turun-temurun, warga China selalu mudik menjelang hari raya Imlek pekan depan.

Namun tahun ini, mereka harus berjuang keras untuk tiba di kampung halaman. Sebabnya, sebagian besar transportasi lumpuh akibat badai salju. Maka tak heran ketika sejumlah kereta api bisa kembali beroperasi, warga pun berdesak-desakan untuk naik ke kereta.

Pemandangan hiruk-pikuk itu terlihat di stasiun KA di Guangzhou, ibukota Provinsi Guangdong, seperti diberitakan News.com.au, Jumat (1/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa orang tampak menggendong anak mereka yang ketakutan. Ada pula yang memikul barang-barang bawaan di atas kepala. Mereka semua saling berdesakan, berebut untuk masuk KA yang sebelumnya sempat tak beroperasi dikarenakan buruknya badai salju yang telah melumpuhkan China.

"Saya sudah terjebak di sini selama 2 hari. Dan saya berdiri di plaza semalaman dan tak bisa tidur," ujar seorang pekerja migran yang ikut berebut naik ke KA.

Seorang polisi terlihat membantu seorang wanita dengan membawa anaknya yang masih kecil. Beberapa wanita terlihat bingung bahkan mulai menangis begitu tiba di stasiun. Mereka kaget melihat lautan manusia yang memenuhi stasiun. Bahkan salah seorang dari mereka jatuh pingsan dan kemudian diangkat orang banyak untuk mendapatkan bantuan medis.

Pejabat-pejabat KA mengungkapkan, dengan kembalinya beroperasi sejumlah KA, sekitar 400 ribu penumpang bisa diangkut setiap harinya. Namun ratusan ribu orang lainnya, sebagian besar para pekerja migran, masih menunggu untuk bisa mudik ke kampung halaman mereka. Diperkirakan ada sekitar 178 juta orang yang akan menggunakan KA untuk mudik.

Orang-orang tersebut kebanyakan adalah para pekerja migran yang baru mendapat libur dari ribuan pabrik yang ada di Provinsi Guangdong. China memiliki hampir 200 juta pekerja migran. (ita/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads