Akibat intensitas hujan yang menggila, sungguh sulit menemukan jalanan di Jakarta yang tidak terendam genangan. Buruknya sistem drainase adalah biang keladi genangan ini.
Semakin siang, genangan air yang menutupi jalanan protokol kian tinggi dan merata. Kendaraan yang berusaha keras melintasi jalanan tersebut harus memperlambat laju kendaraannya sehingga memicu kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan polisi pukul 07.10 WIB, di Jakarta Selatan, ruas yang terendam adalah di depan gedung Direktorat Lalu Lintas Pancoran di Jalan MT Haryono dengan tinggi air 30 cm.
Di Jakarta Utara, di depan SPBU Plumpang air menggenang 20 cm. Lalu di depan SPBU Cilincing 25 cm dan di kompleks Kodamar I dan II setinggi 25 cm.
Genangan air di wilayah utara ini juga terdapat dan di Islamic Center Koja sedalam 10 cm dan Mangga Dua Square setinggi 20 cm. Depan Hotel Alexis (Ancol) setinggi 30 cm dan Pluit Timur kurang lebih 10 cm.
Di Jakarta Pusat, terdapat di jalur lambat perempatan Coca Cola arah Senen sedalam 50 cm, sehingga kendaraan dialihkan menuju jalur cepat dan busway. Lalu di Jalan Ahmad Yani sekitaran jalur lambat depan PT Gudang Garam sedalam 30 cm.
Sementara itu, lokasi pohon tumbang terjadi di wilayah Jakarta Barat, tepatnya di Jalan Pohon Asem arah kantor walikota Jakarta Barat.
Updated
Sedangkan laporan pukul 09.30 WIB, genangan air juga ditemukan di depan Hotel Jakarta arah kota Jl Hayam Wuruk, Jakarta Barat 30-40 cm. Depan Walikota Jakarta Barat lama 50 cm.
Daerah Rawasari arah Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di jalur lambat 40 cm.
Jl Biak arah Tomang depan Mandala Hero, 50 cm.
Jl Yos Sudarso depan Astra International, Sunter, Jakarta Utara 50-60 cm. Jl Yos Sudarso depan Carrefour arah Pulogadung 20 cm.
Depan makam Karet Bivak, Jakarta Selatan, 15 cm. Depan Pasar Cipulir25 cm. Jambul - Kalibata 20-30 cm. Jl Fatmawati, depan Polda Semanggi, dan Mampang.
Jl Ahmad Yani, Jakarta Timur, 20 cm. (ziz/nrl)











































