"Kapal pemadam yang diterjunkan merupakan kapal milik TNI Angkatan Laut, PT Pertamina, Polisi Air Dan Udara Kepolisian daerah Jawa barat (Pol Airud Polda Jabar). Satu kapal merupakan kapal perang KRI Imam Bonjol untuk memimpin proses pemadaman," kata Komandan Stasiun Angkatan laut (Sional) Cirebon, Letnan Kolonel (Laut) Denih Hendrata yang memimpin langsung proses pemadaman tersebut.
Denih menyebutkan, proses pemadaman telah berlangsung selama empat hari sejak Minggu malam lalu. Hujan yang sempat turun di perairan Indramayu tidak juga mampu memadamkan api yang terus berkobar.
Untuk memadamkan api yang membakar ruang mesin, anjungan kapal dan ruang akomodasi tersebut, lanjut Denih, pihaknya menggunakan busa dan air. Sedikitnya 20 ribu liter cairan busa telah didatangkan dari Kilang Minyak UP IV Cilacap untuk proses pemadaman tersebut.
"Kita saat ini tengah berusaha mencegah api merembet ke area penyimpanan minyak untuk mencegah ledakan dan kebakaran yang lebih besar," kata Denih yang memimpin proses pemadaman dari KRI Imam Bonjol.
Menurut Denih, proses pemadaman akan jauh lebih mudah bila api bisa dicegah masuk ke area penyimpanan minyak. "Sehingga konsentrasi pemadaman bisa kita arahkan ke bagian anjungan dan ruang akomodasi," lanjut Denih.
Denih juga menjelaskan, pihaknya telah memindahkan posisi kapal ke lokasi yang lebih aman sehingga tidak menganggu pelayaran dan area komplek Kilang Minyak Balongan.
Mengenai penyebab kebakaran, Denih mengatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan. Namun berdasarkan keterangan awak kapal, api pertama kali terlihat dari ruang mesin. "Berdasarkan keterangan awak kapal, munculnya api di ruang mesin disertai bunyi ledakan yang cukup keras sebanyak tiga kali. Api lalu merembet ke anjungan dan ruang akomodasi," pungkasnya.
(bal/bal)











































