Peristiwa ini terjadi di Victoria, Australia seperti dilansir News.com.au, Kamis (31/1/2008).
Frederick William Boyle (58) diadili di Pengadilan Tinggi Victoria atas dakwaan membunuh istrinya, Edwina Ruth Boyle pada tahun 1983 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal yang sebenarnya, Frederick telah membunuh wanita itu dan menyimpan mayatnya di sebuah drum besar selama lebih dari 20 tahun.
Pada 3 Oktober 2006, seorang menantu Frederick melakukan pembersihan di rumah mereka. Selama 14 tahun, sang menantu terus bertanya kepada Frederick apa isi drum tersebut. Frederick memberitahu kalau drum itu cuma berisi lem yang digunakan untuk karpet. Menantu Frederick akhirnya memutuskan untuk membuka drum tersebut.
Dalam drum itu, dia menemukan pakaian wanita termasuk bra, celana dalam, sepasang kaos kaki dan tercium bau busuk dari dalamnya. "Ada bau tidak sedap dari dalam," kata jaksa Gavin Silbert di pengadilan.
"Dia menjangkau ke dalam dan merasakan sesuatu yang tipis. Dia menarik sebuah tulang kaki," imbuh Silbert.
Tulang-belulang dan juga tengkorak tersebut kemudian diidentifikasi sebagai milik Edwina. Setelah diteliti, Edwina dipastikan tewas akibat luka tembakan di kepala. (ita/sss)











































