Mereka menggelar aksi orasi di depan Kantor Departemen Keuangan, Jl Lapangan Benteng, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2008).
Dalam aksinya, mereka membawa bendera Gempur, sejumlah spanduk, dan poster bertuliskan 'Selamatkan uang negara'. Ada pula poster bergambar foto Menkeu Sri Mulyani bertuliskan 'Kembalikan Rp 144 triliun uang negara' dan poster bergambar konglomerat Sjamsul Nursalim dengan tulisan 'Kembalikan Rp 40 triliun uang rakyat'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami minta Sri Mulyani segera mengaudit seluruh harta koruptor BLBI, seperti Lim Sioe Liong, Anthony Salim, Sjamsul Nursalim, Samadikun Hartono, Bob Hasan, dan lain-lain," teriak salah seorang orator.
Menkeu juga dituntut segera menghentikan kucuran dana sebesar Rp 60 triliun tiap tahunnya, yang digunakan untuk membayar bunga rekap perbankan hasil korupsi BLBI. Mereka menilai uang sebesar itu bisa dialihkan untuk membeli kedelai, beras, dan minyak goreng untuk rakyat.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB itu berlangsung damai dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Sekitar 50 aparat dari Polres Jakarta Pusat tampak berjaga.
(fiq/nrl)











































