"Pemerintahan saat ini, saya melihat seperti penari poco-poco. Maju satu langkah, mundur satu langkah. Maju dua langkah, mundur dua langkah. Tidak pernah beranjak dari tempatnya. Bergoyang hanya untuk menghibur orang lain," kata Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
Hal itu dia sampaikan dalam pidato peringatan puncak HUT PDIP ke-35 di GOR Sriwijaya, Jl POM IX Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (31/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY optimistis menurunkan angka kemiskinan sebesar 35 juta pada tahun 2004, menjadi 18,8 juta pada tahun 2009. Janji tersebut dituangkan dalam program pembangunan jangka menengah pemerintahan SBY-JK.
"Di awal tahun 2005, pemerintahan yang baru terpilih membuat program pembangunan jangka menengah. Salah satu isinya, tentang kemiskinan. Tapi apa yang terjadi, angka kemiskinan di tahun 2007 saja justru bertambah," kata Mega.
Mega pun membeberkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjadi acuan pemerintah. Pada tahun 2000, angka kemiskinan sebesar 19,9 persen. Angka itu menurun pada tahun 2001, menjadi 18,41 persen. Pada tahun 2002, kembali terjadi penurunan hingga mencapai 18,2 persen.
Angka kemiskinan kembali menurun pada tahun 2003, menjadi 17,42 persen dan pada tahun 2004 menjadi 16,6 persen. Selanjutnya, pada awal 2005, angka kemiskinan menurun menjadi 15,97 persen, atau setara dengan 35 juta jiwa.
"Tapi pemerintahan (SBY) baru mulai, angka kemiskinan justru meningkat dari awal tahun 2005. Penurunan kemiskinan ini janji pemerintah, karena itu saya minta rakyat untuk meminta janji kepada pemerintah," ujarnya.
(fiq/nrl)











































