Keliru Meniru Sang Kiai Besar

Artis dan Guru Spiritual (1)

Keliru Meniru Sang Kiai Besar

- detikNews
Kamis, 31 Jan 2008 09:08 WIB
Jakarta - "Aku ini adalah dirimu, Cinta ini adalah cintamu, Aku ini adalah dirimu, Jiwa ini adalah jiwamu."

Sepenggal bait dari lagu berjudul "Satu" ciptaan Ahmad Dhani, pentolan grup musik Dewa, begitu romantis didengar. Publik mungkin mengira syair ini adalah ungkapan rasa antara seseorang dengan orang lainnya.

Tapi makna sesungguhnya yang ingin disampaikan Dhani adalah tentang rasa cinta antara manusia dengan penciptanya. Dalam lagu ini menggambarkan betapa manusia tidak punya kehendak apa-apa. Dan tidak bisa berbuat apa-apa selain kehendak Sang Pencipta.

Dhani memang mampu secara apik menggunakan kultur pop untuk membiakkan sebuah pesan Islami yang bersifat spiritual kepada masyarakat Indonesia. Banyak lagu Dewa yang diciptakan Dhani terus mengagungkan tradisi Sufi menyembah Allah melalui puisi cinta yang digabungkan dengan musik kontemporer. Tak heran kalau sebagian lirik-lirik Dewa bisa berinterprestasi ganda.

Bisa diartikan pujian atas kekasih duniawi, atau ungkapan cinta pada ilahi.

Pria kelahiran Jakarta 26 Mei 1972 ini, berbeda dengan musisi pada umumnya di Indonesia. Selain disibukan dengan aktivitas sebagai komandan grup papas atas di tanah air, ia juga aktif memperdalam agama Islam dari beberapa ulama. Para penasihat spiritual inilah yang dijadikan Dhani penunjuk arah hidupnya, terutama dalam hal bermusik.

"Saya memang punya seseorang yang bisa dimintai pendapatnya dan mengarahkan saya ke jalan yang benar, Selain itu mulai saat ini saya ingin Dewa mempunyai misi-misi khusus dalam isi lagunya," kata Dhani kepada detikcom.

Bapak tiga anak ini sangat getol mempelajari ilmu agama, khususnya yang berkaitan dengan hakikat ke-Islaman. Sejumlah buku dari kalangan cendekiawan Islam telah dilahapnya.

Dalam mencari guru spiritual, ia mengaku sangat hati-hati. Baginya guru yang paling bermanfaat adalah, yang ilmu agamanya sangat mumpuni. Selain itu, kata Dhani, guru yang diinginkannya adalah yang memiliki nasab (garis keturunan) dari kalangan alim-ulama yang soleh. Berbeda dengan kalangan artis lainnya, yang umumnya mencari pembimbing dari para ustadz yang namanya populer di layar kaca.

Sejauh ini, Dhani begitu dekat dengan sejumlah ulama di Indonesia, sebut saja Abdurahman Wahid alias Gus Dur, Quraish Shihab, dan Mustofa Bisri atau Gus Mus. Dhani mengaku, dengan seringnya menimba ilmu dan hikmah ke sejumlah ulama, ia merasa tidak pernah kehabisan ide segar dan inspirasi bagi penulisan lirik lagu Dewa.

Dhani juga mengaku, dalam setiap mencipta lagu ia selalu terinspirasi Jalaludin Rumi, salah seorang tokoh sufi abad ke 13 masehi dan tokoh sufi seperti Al-Hallaj. Saking kagumnya kepada sejumlah tokoh sufi ternama, ia menamakan anak-anaknya seperti tokoh-tokoh sufi, seperti Ahmad Al Ghazali (Al), Ahmad Jalaludin Rumi (El), dan Abdul Qodir Jaelani (Dul).

Dalam menjalankan roda kehidupan, Dhani mengaku selalu menuruti apa kata gurunya, terutama dalam berumah tangga. Belakangan, ketika rumah tangganya sedang kisruh, Dhani pun mengaku mengikuti setiap petuah gurunya. "Saya akan mengikuti apapun perkataan dari orang yang saya percaya bisa membimbing saya di saat salah jalan," ujar Dhani.

Tapi bukan berarti ia selalu patuh terhadap titah sang guru. Pernah suatu ketika ia dinasehati gurunya, Faiz M agar tidak mengatakan istilah suami bersama bagi Maia dan Mulan Kwok. Waktu itu, Maia dan Mulan masih bersatu di Duo Ratu. Waktu itu sang guru berpesan, jika dilanggar, kelompok Ratu bisa bubar.

Rupanya Dhani lupa dengan nasihat tersebut. Saat diadakan konser bersama antara Ratu dan Raja di Jakarta Convention Center, Februari 2006, lalu, ia mengatakan hal tersebut. Malah di penghujung acara, Mulan sempat mengatakan kalau Dhani adalah suami bersama antara dirinya dengan Maia.

Saat itu Maia hanya tertawa saja mendengar ucapan Mulan. Tapi lama-lama Maia mulai curiga dengan hubungan Mulan dan Dhani, suaminya. Apalagi ayahnya Dhani, yakni Eddy Abdul Manaf, kepada sejumlah media mengungkapkan kalau Dhani telah menikah sirih dengan Mulan. Hasilnya, hubungan rumah tangga yang telah dibina Dhani dan Maia selama 9 tahun mencapai titik nadir.

Hingga sekarang, konflik rumah tangga Maia Estianty dan Ahmad Dhani tidak kunjung usai. Keduanya tetap ngotot dengan pendapatnya dan saling mengancam akan berpisah. Di satu pihak Maia merasa Dhani terlalu arogan. Seolah layaknya "iman agung" yang harus dituruti apapun keinginannya.

"Saya memang sering berbuat salah dan banyak melakukan kesalahan. Tapi kesalahan saya yang terakhir adalah menikah dengan Dhani," kata Maia Estianty kepada detikcom.

Di lain pihak, menurut Dhani, apa yang dilakukannya selama ini terhadap Maia merupakan upayanya membentuk rumah tangga yang sesuai dengan syariah Islam. Bagi Dhani, rumah tangga yang sesuai dengan syariah Islam yaitu istri patuh kepada suami.

Dhani menganggap Maia sudah melewati batas sebagai seorang istri, bila dilihat dari kaca mata syariat Islam.

Pentolan Dewa ini menegaskan tindakannya dalam mengatasi masalah rumah tangga selama ini berdasarkan contoh seorang kiai. "Saya melakukan ini semua bukan karena apa-apa, saya belajar dari seorang Kiai terkenal, namanya Kyai Hamid dari Pasuruan. Beliau pernah mendiamkan istrinya hingga 4 tahun, Kyai lho yang seperti itu," kata Dhani.

Pernyataan Dhani yang menyebut nama Kiai Hamid mendapat protes keras dari alumni Ponpes Salafiyah Kota Pasuruan. Ketua Alumni Salafiyah kota Pasuruan, Taufik menjelaskan dalam kesehariannya, Kiai Abdul Hamid tidak pernah mendiamkan istrinya selama 4 tahun.

Dalam 'Buku Percik-percik Keteladanan KH Abdul Hamid' diuraikan, bagaimana Kiai memperlakukan istrinya. Memang Kiai pernah tidak berkumpul dengan istrinya selama 2 tahun. Itu dilakukan karena sang istri, Nyai Nafisah, masih sangat muda waktu itu, sehingga Kiai menunggu sang istri benar-benar dewasa.

"Jadi, kalau memang maksud Dhani meniru Kiai itu salah besar. Sebab pak Kiai mendiamkan istrinya bukan karena perselisihan. Beda dengan Dhani yang mendiamkan istrinya karena berseteru," jelas Taufik.

Setelah adanya protes itu, Dhani minta maaf kepada keluarga Kiai Abdul Hamid dengan mendatangi Ponpes Salafiyah kota Pasuruan.
(ron/ddg)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads