Aksi dilakukan sebagai tindak lanjut aksi yang digelar sejak Rabu (30/1/2008). Dalam aksi menginap ini, mahasiswa membakar sejumlah kursi dan mematikan hampir keseluruhan lampu kampus. Akibatnya kampus menjadi gelap dan menimbulkan kesan mencekam.
Manurung, salah seorang mahasiswa menyatakan, jumlah mahasiswa yang ikut aksi inap mencapai 300 orang. Mereka berada di dalam dan akan menguasai kampus hingga pihak Rektorat Nommensen mengabulkan tuntutan mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi inap, mahasiswa mengunci seluruh pintu masuk, baik pintu masuk dari Jl. Sutomo mau pun di Jl. Perintis Kemerdekaan Medan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penjagaan di tiap pintu masuk, untuk menghindari pihak luar memasuki areal kampus.
Aksi inap ini menyusul keributan di gedung Biro Rektor UHN Rabu sore (30/1/2008). Puluhan mahasiswa marah dan melampiaskan kekecewaannya dengan melakukan perusakan kaca gedung Biro Rektor di lantai I.
Aksi perusakan sendiri terjadi beberapa saat setelah mahasiswa dan pihak Rektorat tidak menemukan kesepakatan dalam dialog, terkait SK Pemecatan dan Skorsing terhadap 40 mahasiswa. (rul/nwk)











































