Penjara Pengasingan untuk Cagar Budaya Dunia

Penjara Pengasingan untuk Cagar Budaya Dunia

- detikNews
Kamis, 31 Jan 2008 04:30 WIB
Sydney - Australia menyodorkan beberapa penjara, tempat orang Inggris leluhurnya yang dipaksa bermigrasi diasingkan, menjadi Cagar Budaya Dunia. Tak ingin lupa kacang akan kulitnya?

"Ini melengkapi cerita lebih dari 160 ribu terdakwa yang dikirim ke benua terpencil dan sangat luas. Itu adalah warisan kehidupan kita," ujar Menteri Kepurbakalaan Australia Peter Garrett seperti dilansir AFP, Kamis (31/1/2008).

Hal itu disampaikan Garret di Penjara Freemantle, sebelah barat Perth, yang ditawarkan ke UNESCO untuk dipilih menjadi Cagar Budaya Dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengasingan yang pernah dialami nenek moyang orang Australia itu, lanjut Garret, dianggap sebagai percobaan kolonisasi yang kasar.

"Diasingkan selamanya dari tanah yang mereka kenal, melintasi samudera ke benua asing. Tidak pernah melihat tempat kelahiran mereka lagi. Para napi ini dan keturunannya mendirikan dasar semangat Australia yang kita punya sekarang," kata Garret berapi-api.

Penjara pengasingan itu, imbuhnya, mengingatkan warga negaranya akan nenek moyang mereka yang dipaksa bermigrasi antara tahun 1787 hingga tahun 1868. 166 ribu baik wanita, pria dan anak-anak diusir dari tanah Inggris Raya.

Selain penjara pengasingan, tempat lain yang ditawarkan adalah Pulau Cockatoo, dan Hyde Park Barracks di Sydney. Juga area bersejarah Lembah Arthur dan Kingston di Pulau Norfolk, plus situs sejarah Pelabuhan Arthur di Tasmania.

Tahun 2007 lalu, Sydney Opera House masuk daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO. Sebelumnya, Australia juga menempatkan cagar alamnya, Great Barrier Reef bertengger di Cagar Budaya Dunia.

(nwk/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads