peristiwa ini terjadi di wilayah tak jauh dari Kampala, Ibu Kota Uganda. Menurut keterangan pihak kepolisian setempat, diperkirakan korban yang terjebak kecil kemungkinan lolos dari maut.
"Hingga saat ini korban tewas masih 10 orang, dan kita berharap ini tidak akan bertambah lagi," kata juru bicara kepolisian Uganda Gabriel Tibayungwa, seperti dikutip dari news.com.au, Kamis (31/1/2008).
Gedung ini sebenarnya masih dalam fase pembangunan. Bila selesai nanti rencananya akan dibangun sebagai gedung sekolah. Tak heran sempat muncul kabar bila diantara korban terdapat wanita dan anak-anak yang tengah mengurus administrasi persekolahan. Namun hal ini dibantah pihak polisi.
"Semua korban adalah pekerja," tambah Gabriel.
Dari reruntuhan terdengar teriakan korban meminta tolong. Para petugas penyelamat pun bergegas melakukan segala macam upaya untuk membongkar beton-beton gedung yang berserakan.
Sedang menurut korban yang selamat Godfrey Makanga, peristiwa ini terjadi begitu cepat. Saat itu dirinya tengah berada di lantai paling bawah. "Saya pikir pekerja sedang memaku dinding, tapi tiba-tiba bangunan jatuh ke bawah. Dan kami lalu berlarian keluar," urai Godfrey.
Peristiwa ini adalah yang terjadi kedua kalinya dalam 2 tahun terakhir. Padahal sebelumnya pemerintah setempat telah memperingatkan perusahaan konstruksi untuk benar-benar menggunakan material yang sesuai standar.
(nwk/ndr)











































