Syahroni sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di pintu keluar terminal Blok M. Dia mengenal betul tabiat dan perilaku Artur.
Kejadian bermula ketika kisah-kasih Yanti dan Artur yang telah membina hubungan selama enam bulan tersebut terendus Syahroni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yanti yang dilarang pacaran mengabari hal itu kepada Artur. Artur tidak terima, emosinya pun memuncak. Amarah yang tak terbendung, sehingga pertumpahan darah
tidak terelakkan.
Bersama tiga temannya, Artur mengeroyok Syahroni di belakang Hotel Ambara, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Rabu dinihari. Syahroni menjadi bulan-bulanan ketiga preman itu.
Akibat perkelahian yang tidak seimbang, Syahroni limbung karena luka tusukan di perut sebelah
kanan. "Saya emosi. Masak pacaran dilarang," kata Artur di sel Polsek Kebayoran Baru.
Usai ditusuk, korban ditinggalkan begitu saja di tepi jalan hingga akhirnya ditemukan Sefira (23), yang bekerja di sebuah tempat karooke di kawasan tersebut.
"Saya langsung panggil taksi dan diantar ke IGD RSPP. Darahnya banyak yang keluar," tutur perempuan cantik ini.
Tidak berapa lama kemudian, polisi bergerak mengejar Artur cs. Sebelum subuh, keempat pelaku berhasil diringkus dan kini meringkuk di tahanan Polsek Kebayoran Baru.
"Keempatnya dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan jo pasal 17O KUHP tentang pengeroyokan. Ancaman hukuman diatas lima tahun," kata Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol Dicky Sondani ketika dihubungi
wartawan. (asp/umi)











































