Habibie Berkisah Pak Harto di AS

Laporan dari Washington

Habibie Berkisah Pak Harto di AS

- detikNews
Rabu, 30 Jan 2008 16:02 WIB
Habibie Berkisah Pak Harto di AS
Washington, DC - Mantan Presiden RI Prof Dr BJ Habibie sedang melawat ke Amerika Serikat (AS) di saat mantan Presiden Soeharto meninggal dunia. Habibie tidak sempat melayat mantan bosnya itu. Di Washington, DC, Habibie menceritakan pertemuan terakhirnya dengan Pak Harto.

Di tengah masa Berkabung Nasional ini, kehadiran BJ Habibie ke KBRI, Selasa (29/1/2008) mendapat sambutan khusus dari masyarakat Indonesia. Didampingi oleh ibu Hasri Ainun Besari, Dubes RI di Washington DC Sujadnan Parnohadiningrat beserta ibu Nunung Parnohadiningrat, Habibie bersemangat menceritakan perjalanannya ke AS dan kegiatannya hari ini.

Seusai memenuhi undangan USINDO, Habibie dan ibu sempat makan siang di Pentagon City Food Court, berdua saja. Nyaris tanpa pengawalan. "Usai masa tugas, kembali menjadi warga biasa. Seperti Anda...," demikian Habibie membuka perbincangan di KBRI Washington DC, seperti dilaporkan wartawan detikcom Endang Isnaini Saptorini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama hampir 60 menit, Habibie menceritakan juga kilas balik pertemuannya yang terakhir kali dengan almarhum Soeharto. "Saat itu tanggal 21 Mei 1998, sesaat setelah Pak Harto menyerahkan kembali kedaulatan ke tangan rakyat, beliau menjabat tangan saya. Untuk sesaat kemudian saya dilantik untuk menggantikannya, menjalankan 'mission impossible' itu..." ungkap Habibie dengan seloroh khas-nya.

"Selanjutnya tidak ada pembicaraan apa pun antara saya dan Bapak Soeharto, hingga 9 Juni 1998, sehari setelah ulang tahunnya. Selain mengucapkan selamat ulang tahun, saya menginginkan untuk bertemu mantan Presiden untuk memberikan masukan dalam menghadapi situasi negara. Namun beliau menolak, dengan mengatakan 'Kamu tidak boleh bertemu dengan saya. Itu merugikan perjuangan. Saya yakin kamu bisa. Kita berhubungan secara batin saja'. ", imbuh Habibie yang juga menuangkan kisah ini dalam bukunya, "Detik-Detik Yang Menentukan" yang saat ini sedang diterjemahkan dalam bahasa Cina.

Habibie bersama Ainun sempat menjenguk Pak Harto di RSPP Jakarta tanggal 14 januari 2008 yang lalu. Namun, saat itu Habibie tidak bisa mendekati Pak Harto. Habibie juga tidak ditemui seorang pun anak-anak Pak Harto. Dari Jakarta, Habibie kembali ke Jerman dan kemudian ke AS.

Sementara itu, berkaitan dengan meninggalnya Soeharto, Perwakilan Pemerintah Indonesia di AS (KBRI Washington DC, KJRI New York, KJRI San Francisco, KJRI Houston, KJRI Chicago, KJRI Los Angeles) menyediakan bukuduka cita (condolence book) untuk memberikan kesempatan bagi kalangan pejabat Pemerintah AS, korps Diplomatik/konsuler, kalangan swasta/bisnis, masyarakat setempat maupun masyarakat Indonesia lainnya untuk mengungkapkan bela sungkawa. Pembukaan Buku Duka Cita tersebut akan berlangsung selama 5 (lima) hari mulai tanggal 28 Januari hingga 1 Februari 2008.
(eis/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads