"Foto saya dengan beliau yang dimuat Kompas menyulut komentar. Saya dibilang tidak sopan karena saat berbicara dengan beliau tangan saya lebih tinggi dari beliau," beber Kalla.
Hal tersebut disampaikan JK saat membuka seminar e-Government di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta, Rabu (30/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu. Saya kan orang Makassar," elaknya.
Menurut Kalla pertemuan itu berlangsung di Istana Negara saat dirinya menjabat sebagai ketua Kadin. Dalam perbincangan itu, dirinya mengeluh soal mahalnya tarif telepon di Indonesia timur.
"Waktu itu saya ditanya nama kamu siapa. Jusuf Kalla, Pak. Saya mengadu soal mahalnya biaya hubungan komunikasi di Indonesia timur yang saat itu biaya percakapan dibagi dalam 6 wilayah," bebernya.
Setelah itu, lanjut Kalla, Pak Harto meminta saya untuk mengirimkan surat Telkom dengan tembusan Presiden RI.
"Sekitar 3 bulan, permintaan saya disetujui. Dan hingga kini, biaya percakapan telepon dibagi dalam 3 wilayah," kenangnya.
Meski sudah disetujui, namun Kalla akhirnya menyesal setelah meminta harga turun. Beberapa tahun setelah itu, Kalla melebarkan sayap mengurusi telekomunikasi di wilayah Indonesia timur.
"Tahun pertama saya rugi (akibat turunnya harga). Tapi tahun selanjutnya saya untung," pungkasnya sambil tersenyum.
(ary/nrl)











































