Demikian aksi teatrikal yang dilakukan sekitar 150 orang dari Gerakan Masyakarat Penyelamat Uang Rakyat (Gempur) di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2008).
Mereka menuntut pemerintah mengusut tuntas korupsi BLBI dan menangkap serta mengadili para koruptornya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tulisan di poster yang dikalungi seorang demonstran bertopeng monyet adalah "Lim Sioe Liong, gue dikutuk jadi monyet karena korupsi dana BLBI sebesar Rp 52,7 triliun".
Tulisan lainnya bernada sama untuk "Anthony Salim dengan korupsi Rp 52 triliun", "Syamsul Nursalim dengan korupsi Rp 40 triliun", "Usman Atmadjaja dengan korupsi Rp 23 triliun".
Kemudian "Samadikun Hartono dengan korupsi Rp 2,5 triliun", "Bob Hasan dengan korupsi Rp 12 triliun" dan "Kaharudin Ongko dengan korupsi Rp 12 triliun".
Koordinator lapangan Ahmad Khoirudin dalam orasinya meminta Presiden SBY segera memerintahkan Jaksa Agung Hendarman Supandji untuk menyeret para koruptor BLBI ke meja pengadilan.
"Pemerintah juga harus menyita harta para koruptor tersebut untuk membeli kedelai, minyak goreng, beras, BBM dan bahan pangan lainnya yang dibutuhkan rakyat Indonesia," cetus Ahmad.
Aksi tidak menyebabkan kemacetan. Meski demikian, puluhan anggota kepolisian terus berjaga-jaga.
(nik/sss)











































