"Kami kecewa," kata Daryoko, seusai di temui keduanya, di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (30/1/2008).
Kekecewaan itu karena keinginan SP tidak bisa ditindaklanjuti secara konkret. Kedua pembantu Presiden ini hanya mendengarkan dan tidak bisa membuat kebijakan konkret. "Makanya kami ingin langsung ketemu Presiden, tetapi tidak bisa," tambahnya sambil berorasi di tengah-tengah massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi kenyataan deadlock pertemuan ini, SP mengancam akan melakukan demonstrasi yang lebih besar. Bahkan, massa yang sudah tidak terbendung emosinya, meneriakkan yel-yel "Padamkam listrik" dengan bergelora.
Kini, perlahan, massa membubarkan diri dengan puluhan armada bus. Akibatnya, jalan sekitar Istana Merdeka kembali lancar. Polisi yang berjumlah lebih dari 100 orang pun ditarik mundur.
(a2s/nrl)










































