Saraswati (21) contohnya. Sambil menangis gadis berjilbab biru muda ini membawa sebuah poster yang terbuat dari karton dan ditempeli foto foto Pak Harto, serta puisi yang ditulisnya sendiri.
''Saya buatkan puisi, sebagai rakyat saya mencintai beliau. Selamat jalan Pak Harto,'' ujarnya di sela isak tangisnya kepada detikcom di depan rumah Soeharto, Jalan Cendana Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2008).
Saras mengaku hanya membutuhkan waktu satu jam untuk menulis puisi itu. Sedangkan bahan bahan untuk posternya itu ia ambil dari koran dan tabloid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Saras sedikit kecewa karena niatnya untuk memberikan poster ini langsung pada Keluarga Cendana, tidak terlaksana.
Seorang petugas keamanan berpakaian batik menjelaskan tidak seorang pun kerabat Pak Harto yang ada di rumah.
Saras akhirnya menitipkan posternya pada petugas itu.
''Sedih juga nggak bisa ketemu Mbak Tutut, tapi yang penting niat saya ke rumah ini sudah terlaksana,'' pungkasnya. (rdf/nrl)











































