"Kalau makan tanaman itu bisa mengurangi fertilitas (kesuburan) pria. Kita telah coba pada tikus putih dan ini masih diteliti," kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief dalam jumpa pers di ruang VIP, Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara pada 29 Januari 2008.
Dikatakan dia, tanaman ini dapat diberikan kepada manusia. Bisa menjadi jamu. Tetapi bisa juga dijadikan obat moderen seperti pil, suntik, susuk. "Semua masih perlu diteliti dan harus hati-hati," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, budaya. "Banyak orang yang menganggap KB itu soal perempuan. Padahal KB adalah keputusan bersama antara suami dan istri. Kita akan kampanyekan agar budaya ini diubah," kata Sugiri.
Selanjutnya faktor ketiga, akses pelayanan KB di daerah yang kurang. "Banyak di daerah yang tidak menyediakan pelayanan KB pria, dokter vasektomi," ujarnya.
"Jadi kita akan coba melatih dokter-dokter di daerah untuk melayani vasektomi. Kalau ATM kondom di pasang di mana-mana kan diprotes. Tetapi kalau melatih dokter melakukan vasektomi tidak diprotes," beber Sugiri.
(aan/sss)











































