Wanita yang biasa dipanggil Mbak Tutut ini didampingi 15 orang kerabat dan cucu-cucu almarhum Pak Harto.
Begitu masuk ke Kompleks Astana Giribangun, Tutut dan rombongan tidak langsung masuk ke dalam Cungkup Argosari.
Rombongan menuju ke ruang transit yang jaraknya sekitar 30 meter dari Cungkup Argosari.
Beberapa saat sebelum kedatangan Tutut, jalan menuju kompleks pemakaman yang dikelola Yayasan Mangadeg itu ditutup. Pengunjung yang sudah terlanjur masuk terpaksa jalan kaki. Namun di tengah jalan, mereka dicegat petugas.
Sementara wartawan yang semula berada di dalam pagar Cungkup Argosari diminta mengosongkan lokasi. Wartawan hanya diperkenankan berada di luar pagar. (umi/nrl)











































