Aksi penghuni Ponpes dan warga sekitar ini dilakukan untuk menolak rencana pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan (Cikapa) yang melewati tanah wakaf pesantren. Aksi dimulai pukul 10.30 WIB, Selasa (29/1/2008) di perempatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Dengan menggunakan delapan mobil bak terbuka dan ratusan sepeda motor, mereka berkumpul di perempatan Palimanan dengan membentuk lingkaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu perwakilan massa, Kiai Zamzami, menyatakan keberatan warga Ponpes Babakan Ciwaringin atas rencana pembangunan tol Cikapa sudah sejak tahun lalu disampaikan langsung kepada Menteri PU Djoko Kirmanto.
"Namun hingga sekarang belum ada respons. Malah saat ini pemerintah sedang melakukan pembebasan lahan. Lahan pesantren yang diserobot itu adalah tanah wakaf, jadi peruntukannya hanya untuk keperluan pesantren," tandasnya. Lahan pesantren yang akan digunakan tol, kata dia, sekitar 37 ha.
Jika pemerintah tidak mengabulkan tuntutan warga, Zamzami mengancam pihaknya akan kembali melakukan aksi dengan membawa lebih banyak massa.
Dalam aksi ini ratusan anggota polisi hanya berjaga-jaga. Mereka tidak melarang pemblokiran yang dilakukan massa.
Sekitar pukul 12.15 WIB, ribuan pendemo tersebut bergerak menuju gerbang tol Palimanan-Kanci yang jaraknya sekitar 1 km dari perempatan Palimanan. Awalnya rombongan motor yang sampai duluan. Mereka langsung memarkirkan kendaraan mereka tepat di depan gerbang tol. Selanjutnya disusul oleh truk.
Saat massa melakukan pemblokiran, belum ada anggota polisi yang tiba di lokasi. Baru beberapa menit kemudian, tiga pleton polisi sampai di lokasi dan langsung melakukan pagar betis di pintu gerbang tol.
Akibatnya kendaraan yang akan keluar dari tol terhenti dan mengakibatkan antrean panjang kendaraan hingga lebih dari 3 km. Hingga pukul 12.50 WIB, aksi masih berlangsung. Aksi ini adalah unjuk rasa kedua kalinya dalam dua bulan terakhir. Pada Desember lalu, jumlah massa yang turun mencapai 12 ribu orang. (ern/nrl)










































