Peziarah Pak Harto Berjubel, Doa di Depan Pusara Dibatasi

Peziarah Pak Harto Berjubel, Doa di Depan Pusara Dibatasi

- detikNews
Selasa, 29 Jan 2008 12:23 WIB
Karanganyar - Astana Giribangun tidak henti-hentinya dikunjungi peziarah untuk mendoakan Soeharto. Alhasil, kompleks pemakaman itu dipenuhi para peziarah yang sedang mengantre masuk.

Penjaga Astana Giribangun pun membatasi peziarah untuk berdoa di depan Cungkup Argosari, tempat pusara Pak Harto.

"Ya, kalau bisa secukupnya saja. Kalau berjam-jam ya, mengganggu," ujar Kepala Pelaksana Harian Astana Giribangun, Sukirno, di Kompleks Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (29/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikcom, ada ratusan peziarah yang datang. Semua bergiliran masuk ke Cungkup Argosari. Setiap peziarah yang hendak masuk ke makam utama itu, akan bertemu dengan seorang petugas Astana Giribangun yang meminta peziarah agar tidak berlama-lama berdoa karena banyak yang antre.

"Nanti di dalam berdoa secukupnya saja. Jangan berlama-lama karena banyak yang mengantre," ujar petugas yang berdiri di pintu masuk Cungkup Argosari.

Seorang petugas Astana Giribangung, Ahmad Markusni (60) mengatakan, pada saat istri Pak Harto, Ibu Tien meninggal, banyak sekali peziarah yang datang pada hari pertama dan kedua. Para peziarah itu dibatasi berdoa sekitar 3-5 menit.

"Dulu pas Ibut Tien, 3 menit saja kita sudah kewalahan. Karena rombongan peziarah banyak sekali di hari pertama dan kedua dibanding sekarang. Kalau nggak ramai ya, diberi kelonggaran," katanya.

Ahmad mengatakan, jika keluarga Cendana sedang berdoa di Astana Giribangun, para peziarah tidak diperbolehkan masuk ke dalam Kompleks Astana Giribangun. Mereka harus menunggu di pos bawah yang jaraknya kira-kira 30 meter dari kompleks.

"Kalau keluarga sedang di dalam, pengunjung disuruh menunggu di pos. Tetapi ada juga keluarga yang beberapa waktu lalu tidak melarangnya. Mereka berdoa bersama," imbuhnya. (ziz/nrl)


Berita Terkait