Soeharto Wafat, Usut Konglomerat yang Diuntungkan Orba

Soeharto Wafat, Usut Konglomerat yang Diuntungkan Orba

- detikNews
Selasa, 29 Jan 2008 12:07 WIB
Nusa Dua - Proses hukum mantan Presiden Soeharto selama ini lebih diarahkan pada penguasa Orde Baru (Orba) itu. Setelah Soeharto wafat, pengusutan korupsi harus menyentuh kroni dan konglomerat yang diuntungkan di era Orba.

Hal itu dikatakan Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Teten Masduki di sela-sela Konferensi PBB Antikorupsi di Bali Internatinonal Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (29/1/2008).

"Proses hukum yang dilakukan pemerintah baik secara pidana dan perdata lebih diarahkan kepada almarhum Soeharto. Tidak diarahkan pada kasus korupsi yang melibatkan pihak ketiga seperti keluarga, kerabat, dan konglomerat yang dibesarkan Soeharto yang mengambil keuntungan dari penyimpangan kekuasaan pada zaman Orba," kata Teten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah, imbuh Teten, harus mengembangkan kasus ke klan konglomerat. Masyarakat yang terus menuntut kasus Soeharto dituntaskan, bukan merupakan dendam politik tapi menyelamatkan uang negara.

"Kasus konglomerat seperti monopoli kepada Salim Group dalam olah terigu, cengkeh, BLBI serta banyak kebijakan yang menguntungkan konglomerat. Konglomerat yang merugikan keuangan negara harus diproses," tegas Teten. (nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini