Oleh karena itu, tak heran bila ada mantan aktivis PKI yang tetap tidak mau memaafkan Soeharto walau sekarang, jenderal bintang lima itu sudah wafat. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Bahahudin (80), seorang mantan aktivis PKI yang tinggal di Palembang, Sumatera Selatan.
Walau mengaku sakit hati atas perlakuan rezim Orba, pria yang akrab dipanggil Wak Uban itu dengan besar hati memaafkan Soeharto. "Kalau sakit hati, mungkin tidak terkira. Tapi, ya, sebagai manusia saya harus memaafkan. Toh, apa yang ada di dunia ini semua fana," kata Wak Uban di kediamannya, Jl Mongonsidi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (28/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soeharto itu menjalankan dari apa yang diyakininya. Begitu juga dengan kita. Kalau dia masih hidup dan sehat, kita mungkin akan terus menggugatnya. Tapi saat dia renta dan sudah menemui ajal, ya, kita sebagai manusia memaafkannya," katanya.
Maaf sudah terucap. Meskipun begitu, Wak Uban berharap proses hukum terhadap Soeharto tetap berjalan dengan baik.
"Sebaiknya pemerintah tetap memproses hukum, sehingga rakyat Indonesia tahu, apa kesalahannya selama ini," katanya. (tw/gah)











































