Sudah Tradisi Wartawan Tidak Boleh Masuk Cendana

Sudah Tradisi Wartawan Tidak Boleh Masuk Cendana

- detikNews
Senin, 28 Jan 2008 21:35 WIB
Jakarta - Warga umum diperbolehkan masuk kediaman Soeharto di Cendana untuk menggelar tahlilan. Namun wartawan tetap saja dilarang masuk rumah untuk meliput tahlilan tersebut.

Ada apa ? Kenapa sulit sekali meliput di rumah yang terletak di wilayah Menteng itu. Ternyata, larangan tersebut sudah menjadi tradisi.

"Wartawan nggak boleh masuk. Hanya saja itu tradisi. Kalau ada acara-acara, wartawan yang tidak diizinkan ya hanya sampai pagar. Saya ikuti itu saja," kata seorang pembantu keluarga Soeharto, Tedjo, di Cendana, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tedjo menceritakan, saat jenazah Soeharto disemayamkan di Cendana, Mbak Tutut sebenarnya ingin wartawan dan masyarakat umum diperbolehkan masuk. Namun hal tersebut tidak terealisasi, dan akhirnya wartawan hanya bisa meliput dari luar pagar rumah.

"Sebenarnya maunya Bu Tutut semua dikasih masuk. Tapi ya, karena ada pertimbangan lain, akhirnya tidak bisa dilaksanakan," ungkap purnawirawan TNI AD yang sudah mengabdi di keluarga cendana sejak tahun 2001 itu.

Sementara itu, pada pukul 20.30 WIB acara tahlilan di Cendana masih diikuti orang-orang dekat Soeharto. Masyarakat umum sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

"Kalau di dalam itu keluarga, kerabat, dan undangan, jadi dijadwalkan. Kalau yang di luar, mereka datang saja, masak nggak boleh. Niatnya baik," pungkas Tedjo. (gah/ptr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads