Kapal motor tanker pendopo milik PT Pertamina tersebut mengangkut 150 ribu barel minyak yang dibawa dari kilang Cilacap. Saat kejadian, tanker sedang mengisi tersebut sedang mengisi nafta ke kilang Pertamina UP VI atau sekitar 7 mil dari lepas pantai Balongan, Indramayu.
Menurut anak buah kapal (ABK), Abdul Rahman, sekitar pukul 23.00 WIB saat mengisikan nafta tiba-tiba dia melihat api menyambar dari kabin bawah. "Saya dan 24 ABK lainnya langsung panik. Ada yang menyelamatkan diri dengan meloncat ke laut, ada yang berusaha memadamkan," ujarnya saat ditemui di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat kapal pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api yang mengepung kapal tanker tersebut. Namun usaha pemadaman sempat terhambat, karena khawatir kapal meledak sehingga kapal pemadam kebakaran tidak berani mendekat. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WIB.
Hingga kini penyebab terbakarnya kapal tanker tersebut masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, api berasal dari ledakan di kabin bawah.
(ern/gah)











































