Namun, semangat mereka terhalang aparat TNI dan petugas dari Pemuda Panca Marga (PPM) yang berjaga di depan gerbang kediaman Soeharto. Petugas melarang warga yang tidak berpakaian rapih masuk ke dalam rumah Soeharto. Hanya pria yang berbaju koko dan wanita yang berjilbab yang dapat masuk untuk mengikuti proses tahlilan.
"Saya kecewa, saya jauh-jauh dari Pulogadung ke sini tapi ditolak hanya karena pakai kaos. Kan saya mau mendoakan," kata warga Pulogadung, Edi, di Jl Cendana Nomor 8, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut salah satu petugas Polsek Menteng mengaku, tidak mendengar adanya rencana tahlilan akan di gelar keluarga Cendana.
"Saya dari pagi di sini tidak mendengar Mas," ujar petugas yang enggan disebutkan namanya itu.
Aparat TNI akhirnya memperbolehkan para warga masuk ke halaman keluarga Cendana setelah bernegosiasi dengan petugas patroli Garnisun. Dari informasi yang dihimpun detikcom, rencananya tahlilan akan dipimpin Kyai Tajudin.
Tampak salahsatu pengunjung merupakan Dirjen Bimas Islam Depag Nazaruddin Umar. Saat ditanya apakah dia datang untuk memenuhi undangan, Nazaruddin membenarkannya.
"Iya diundang," jawabnya singkat.
Tahlilan pun akhirnya telah digelar pukul 20.45 WIB. Namun belum diketahui siapa yang memimpin acara tersebut.
(ptr/gah)











































