Kurang lebih pukul 07.30 WIB Soeharto tiba di kantor, dan menjelang pukul 15.00 WIB dia akan pulang ke Cendana. Rapat kabinet terbatas pada minggu pertama setiap bulannya sementara rapat kabinet paripurna setiap dua bulan sekali, dan selesai paling lama pukul 14.00 WIB.
Sedangkan untuk pemanggilan menteri atau pejabat lainnya, berlangsung di kediaman pribadinya di Jl Cendana 8, Menteng, Jakarta Pusat. Tidak ada wartawan yang diperkenankan meliput di sana, bahkan sekedar menunggu di pelataran untuk doorstop sekalipun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara hari kerja di kantor presiden penuh dengan rapat koordinasi atau rapat terbatas dengan pejabat pemerintahan hingga malam hari. Rasanya istilah 9 to 5 tidak berlaku bagi SBY yang sangat beruntung dianugerahi stamina tinggi itu.
Bila ada hari yang jadwalnya relatif sepi, justru ini menjadi alarm bagi wartawan untuk tetap bersiaga di Istana Kepresidenan. Sebab sering pada saat demikian SBY tiba-tiba memanggil menteri atau bahkan mengadakan inspeksi mendadak.
Persoalan sidak ini pula yang membuat SBY berbeda jauh dari Soeharto. Sidak ala SBY adalah inspeksi yang benar-benar mendadak dan bisa berbelok atau berhenti di mana saja untuk berbincang dengan warga yang ditemui di jalan.
Sedangkan sidak ala Soeharto, lebih mirip kunjungan kerja dengan audience temu wicara yang telah disiapkan jauh hari. Buktinya para wartawan sudah tahu kapan dan di mana sidak akan berlangsung sejak H-3. (lh/ken)











































