Sejarawan: Kita Bingung Posisikan Soeharto Dalam Sejarah

Sejarawan: Kita Bingung Posisikan Soeharto Dalam Sejarah

- detikNews
Senin, 28 Jan 2008 15:34 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Soeharto telah berpulang menghadap Tuhan. Ia tetap menjadi tokoh yang kontroversial. Bagaimana sebaiknya menempatkan presiden kedua RI ini dalam sejarah? Untuk menjawabnya, detikcom mewawancarai sejarawan Universitas Indonesia (UI) Anhar Gonggong, Senin (28/1/2008):

Soeharto tetap menjadi tokoh kontroversial meskipun kini sudah meninggal. Bagaimana sebaiknya bangsa ini harus mengenang Soeharto?

Ya sebagai bangsa yang beragama, tentunya secara pribadi tetap mengagumi perjuangan beliau dalam pembangunan negara. Beliau melakukan pemerataan pembangunan. Tapi karena terlalu lamanya berkuasa, sebagai pejabat tentu banyak melakukan kekeliruan sehingga timbul gejolak pada 1998. Kemudian ada reformasi. Maka secara hukum tentu harus diproses.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana sebaiknya kita harus mengenang Soeharto, kita bingung jadinya karena selain jasanya, ia juga banyak melakukan kesalahan.

Televisi memutar lagu gugur bunga untuk mengiringi berita kematian Soeharto. Lagu ini biasanya dipakai untuk mengiringi kematian seseorang yang dianggap sebagai pahlawan. Dalam kaitan sejarah, bisakah Soeharto disebut pahlawan? Hahahaha....yaitulah kita serba salah. Kalau sebagai pahlawan, mungkin dilihat dari sisi perjuangannya menjelang kemerdekaan. Tapi kalau dari sisi moral, kan Soeharto diragukan karena sejumlah dugaan kasus pidana baik korupsi maupun pelanggaran HAM. Barangkali, ia diperdaya orang sekelilingnya sehingga martabatnya yang sebenarnya bagus akhirnya jatuh.

Apakah ia pahlawan? Saya jadi sulit menjawabnya. Saya nggak bisa komentar. Saya menghargai perjuangan beliau, tapi di sisi lain untuk menyetujui pendapat bahwa ia pahlawan, saya tersandera macam-macam hal.

Presiden SBY dalam pidato pemakaman Soeharto menyebut mantan presiden kedua ini sebagai Bapak Pembangunan, menurut Bapak bagaimana? Bapak setuju Soeharto disebut sebagai Bapak Pembangunan?

Mungkin sebagai pribadi, karena dalam korps militer, Presiden SBY pernah menjadi anak buah Soeharto, kebetulan sekarang dia (SBY) penguasa, jadi membuat pernyataan seperti itu. Tapi menurut saya, seluruh bangsa, pasti ada yang mencibir sebutan bapak pembangunan itu. Mungkin ada juga yang mengangguk-angguk setuju. Jadi ya sulit bagi saya untuk berkomentar.

Pelajaran sejarah seperti apa yang bisa dipetik dari kasus Soeharto ini?


Sebaiknya warga masyarakat, para calon intelektual mau merenung, melakukan kilas balik tentang Soeharto ini sehingga akan terbuka semua, misalnya soal Supersemar yang masih menjadi misteri dan sebagainya. Dengan begitu akan terlihat kebenarannya juga kesalahannya.

Jadi, sebaiknya bagaimana kita menuliskan Soeharto dalam sejarah?

Sebaiknya penulisan yang memihak pada kebenaran. Ditulis secara riil dan jujur keadaan Soeharto yang sebenarnya. Apa kebaikannya, apa kelemahannya. Semua ditulisakan dari dua sisi.
(iy/umi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini