Meskipun Mahathir datang terlambat di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/1/2008), Mahathir masih bercengkrama dengan keluarga Cendana.
Usai melayat, Mahathir keluar dari Astana Giribangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih sedih, Pak Harto adalah sahabat," kata Mahathir. Tiba-tiba suaranya tercekat, matanya berkaca-kaca dan bibirnya dikatupkan.
Sempat sunyi, wartawan memberanikan diri bertanya. Apa yang Anda ingat tentang Soeharto?
"Dia adalah............," Mahathir berhenti bersuara lagi.
"Dia berjasa dalam membangun dan menjayakan ASEAN," Mahathir menyelesaikan kalimatnya.
Prabowo Subianto yang mengantarnya, memegang bahu kanan Mahathir. Tangan kanan mantan menantu Soeharto itu memberi tanda membuka jalan bagi Mahathir naik ke mobilnya.
Pria yang akrab dipanggil Dr M itu lalu naik ke mobil Toyota Alphard hitam B 116 DH. Selepas Mahathir pergi, giliran Prabowo yang ditanyai wartawan. Namun Prabowo hanya menempelkan jari telunjuknya ke bibir, no comment. Prabowo pun berlalu meninggalkan wartawan. (fay/sss)











































